Posted by : Unknown
22 September 2013
DOA ZIKIR
1. DZIKIR SETELAH SHOLAT FARDHU:
Membaca Dzikir setelah
sholat (mengucapkan salam):
أستغفر الله
“Astaghfirullooh.”(3
X)
Artinya:
“Aku mohon ampunan-Mu
ya Allah.” (3 X)
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ
تَبَارَكْتَ يا ذَا الْجَلاَلِ
وَالإِكْرَامِ
“Alloohumma Antas
salaamu, wa minkas salaamu, tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikroomi.”
Artinya:
“Ya Allah Engkau lah
As-Salaam (Yang memberi keselamatan), dari-Mu lah keselamatan, dan keberkahan
dari-Mu yang Maha Agung lagi Maha Mulia.
(Hadits Riwayat Imam
Muslim dari Tsaubaan رضي الله عنه)
Ketika menjadi Imam
sholat, diwajibkan untuk membalikkan badan kearah mukmin:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ
الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
“Laa ilaaha illalloohu
wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai
in qodiir.”
Artinya:
“Tidak
ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali Allah, satu-satunya dan
tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala kerajaan, segala pujian dan
Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”
اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِىَ لِمَا
مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
“Alloohumma laa
maani’a lima a’thoita, wa laa mu’thiya lima mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jadi
minkal jaddu.”
Artinya:
“Ya Allah tidak ada
yang dapat menghalangi terhadap apa yang Engkau beri, tidak ada yang dapat
memberi terhadap orang yang Engkau halangi, dan tanpa izin-Mu pemilik manfaat
tidak dapat memberikan manfaat.”
(HR Muslim dari
Mu’aawiyah رضي الله عنه)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ
الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
“Laa ilaaha illalloohu
wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai
in qodiir.”
Artinya:
“Tidak
ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali Allah, satu-satunya dan
tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala kerajaan, segala pujian dan
Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
“Laa haula wa laa
quwwata illaa billaahi.”
Artinya:
“Tidak
ada daya, tidak ada kekuatan kecuali dari Allah.”
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ لَهُ
النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ
“Laa ilaaha
illalloohu, wa laa na’budu illaa iyyaahu, lahun ni’matu wa lahul fadhlu wa
lahuts tsanaa ul hasan.”
Artinya:
“Tidak
ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali Allah, kami tidak beribadah
kecuali hanya kepada-Nya. Hanya milik Allah segala nikmat, segala keutamaan,
dan segala pujian yang baik”
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ
الْكَافِرُونَ
“Laa ilaaha
illaalloohu mukhlishiina lahud diina wa lau karihal kaafiruuna”
Artinya:
“Tidak
ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali Allah, dalam keadaan tulus,
hanya untuk-Nya dien ini, walaupun orang-orang kafir membenci.”
(Hadits Riwayat Imam
Muslim dari Ibnuz Zubair رضي الله عنه)
Ada 2 cara untuk membaca Subhanallah, Alhamdulillah dan
Allahuakbar.
Tidak Menggunakan Alat
Tasbih:
cara pertama :
cara pertama :
سبحان الله
“Subhaanalloohu.” (33
X)
Artinya:
“Maha
Suci Allah” (33 X)
الحمد لله
“Al hamdu lillaahi.”
(33 X)
Artinya:
“Segala
puji hanya bagi Allah” (33 X)
ألله أكبر
“Allahu Akbar.” (33 X)
Artinya:
“Allah
Maha Besar” (33 X)
Cara kedua :
(33x)سبحان الله
الحمد لله ألله أكبر
"Subhanallahu Alhamdulillah Allahuakbar". (33x)
Artinya:"Maha Suci Allah Segala puji hanya bagi Allah Allah Maha Besar". (33x)
"Subhanallahu Alhamdulillah Allahuakbar". (33x)
Artinya:"Maha Suci Allah Segala puji hanya bagi Allah Allah Maha Besar". (33x)
(1x)لاَ إِلَهَ إِلاَّ
اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى
كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
“Laa ilaaha illalloohu
wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai
in qodiir.” (1 X)
Artinya:
“Tidak
ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali Allah, satu-satunya dan
tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala kerajaan, segala pujian dan
Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” (1 X)
(Hadits Riwayat Imam
Muslim dari Abu Hurairoh رضي الله عنه)1.e)
Membaca surah
Al-Ikhlas 1-4
بسم الله الرحمن الرحيم
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ
وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)
“Bismillaahir
rohmaanir rohiim.
(1)
Qul huwoolloohu ahad.
(2)
Alloohush shomad.
(3)
Lam yalid wa lam yuulad .
(4)
Walam yakull lahuu kufuwan ahad.”
Artinya:
“Dengan
nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
(1)
Katakan (yaa Muhammad), Allah itu Esa (tak berbilang).
(2)
Allah adalah tempat bergantung.
(3)
Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan.
(4)
Allah, tidak ada sesuatu apa pun yang menyamai-Nya.”
(Hadits Shohiih
Riwayat Imam Abu Daawud dari ‘Uqbah bin ‘Aamir رضي الله عنه)
Membaca Surah Al-Falaq
1-5
بسم الله الرحمن الرحيم
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2)
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
(4) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)
“Bismillaahir
rohmaanir rohiim.
(1)
Qul a ‘uudzu birobbil falaq,
(2)
min syarri maa kholaq,
(3)
wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob,
(4)
wamin syarrin naffaatsaati fil ‘uqod,
(5)
wa min syarri haasidin idzaa hasad.”
Artinya:
“Dengan
nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
(1) Katakan
(yaa Muhammad), Aku berlindung kepada Penguasa waktu Shubuh,
(2) dari
kejahatan makhluk yang Dia (Allah) ciptakan
(3) dan
dari kejahatan malam apabila sudah gelap gulita
(4) dan
dari kejahatan wanita penyihir yang meniup buhul tali*]
(5) dan
dari kejahatan orang-orang yang dengki ketika mendengki.”
*]
Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya, membuat buhul-buhul dari
tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembuskan nafasnya ke buhul
tersebut
(Hadits Shohiih
Riwayat Imam Abu Daawud dari ‘Uqbah bin ‘Aamir رضي الله عنه)
Membaca surah An-Naas
(1-6)
بسم الله الرحمن الرحيم
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ
النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي
صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)
“Bismillaahir
rohmaanir rohiim.
(1)
Qul a’uudzu birobbinnaasi,
(2)
malikin naasi,
(3)
ilaahin naasi,
(4)
min syarril waswaasil khonnaasi,
(5)
alladzii yuwaswisu fii shuduurin naasi
(6)
minal jinnati wannaasi.”
Artinya:
“Dengan nama Allah yang
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
(1)
Katakan (yaa Muhammad), aku berlindung kepada Penguasa manusia.
(2)
Rajanya manusia.
(3)
Yang diibadahi oleh manusia.
(4)
dari kejahatan was-was (bisikan) syaithoon yang tersembunyi,
(5)
yang membisikkan pada dada manusia
(6)
dari kalangan jin dan manusia.”
(Hadits Shohiih Riwayat Imam Abu Daawud dari ‘Uqbah bin ‘Aamir
رضي الله عنه)
Membaca Surah Ayat Kursi (Al-Baqarah : 255)
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا
تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ
أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا
بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ
حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
“Alloohu laa ilaaha
illaa huwal hayyul qoyyuumu, laa ta’khudzuhu sinatuw walaa nauum, lahu maa fis
samaawaati wamaa fil ardhi mandzalladzii yasyfa’u ‘indahu illaa bi idznihii,
ya’lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai im min
‘ilmihi illaa bimaa syaa-a, wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardhi walaa ya
uuduhu hifdzuhuma wahuwal ‘aliyyul ‘adziimu.”
Artinya:
“Allah
adalah tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha
Berdiri sendiri. Allah tidak mengantuk dan tidak lah tidur. Milik-Nya apa-apa
yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi
Allah kecuali dengan izin-Nya. Allah Maha Mengetahui apa yang di hadapan mereka
dan apa yang di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sedikit pun dari
ilmu-Nya kecuali dengan apa yang Allah kehendaki. Kursi Allah meliputi langit
dan bumi dan Allah tidak lah berat dalam memelihara keduanya dan Allah Maha
Tinggi lagi Maha Agung.”
(Hadits Shohiih Riwayat Imam An Nasaa-i dari Abu Umaamah رضي
الله عنه)
Rosulullah Saw. pernah membaca dzikir ini setelah sholat subuh dan sholat maghrib.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ
الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ
يحيي
ويميت وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
“Laa ilaaha illalloohu
wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa
‘alaa kulli syai in qodiir.”
Artinya:
“Tidak ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali
Allah, satu-satunya dan tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala
kerajaan, segala pujian dan Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”
2. DO’A
SETELAH SHOLAT FARDHU:
Rosuul صلى الله عليه
وسلم ditanya: “Do’a apakah yang paling didengar?”
Rosuul صلى الله عليه
وسلم menjawab: “Do’a di tengah malam dan do’a setelah sholat fardhu”
(Hadits Shohiih
Riwayat Imam At Turmudzi dari Abu Umaamah رضي الله عنه)
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا
وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
“Alloohumma innii as
aluka ‘ilman naafi’aa wa rizqon thoyyibaa wa ‘amalam mutaqobbalaa.”
Artinya:
“Ya Allah sungguh aku
mohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang baik dan amalan yang diterima”
(Hadits Shohiih
Riwayat Imam Ibnu Maajah dari Ummu Salamah رضي الله عنها)
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ
مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ
بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
“Alloohumma innii
a’uudzu bika minal bukhli wa a’uudzubika minal jubni wa a’uudzu bika an urodda
ilaa ardzalil ‘umuri wa a’uudzu bika min fitnatid dunyaa wa a’uudzu bika min
‘adzaabil qobri.”
Artinya:
“Ya
Allah aku berlindung kepada-Mu dari sifat bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari
sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan pada umur yang hina,
dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepada-Mu
dari adzab kubur.”
(Hadits Shohiih
Riwayat Imam Ibnu Maajah dari Ummu Salamah رضي الله عنها)
2.c.)
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكُفْرِ، وَالْفَقْرِ،
وَعَذَابِ الْقَبْرِ
“Alloohumma innii
a’uudzu bika minal kufri wal faqri wa ‘adzaabil qobri.”
Artinya:
“Ya
Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran, kefakiran dan adzab kubur.”
(Hadits Shohiih
Riwayat Imam An Nasaa-i dari Muslim Bin Abu Bakroh رضي الله عنه)
2.d)
اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ
عِبَادَتِكَ
“Alloohumma a’innii
‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika.”
Artinya:
“Ya Allah, tolonglah
aku untuk mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu dan beribadah kepada-Mu
sebaik-baiknya.”
(Hadits Shohiih
Riwayat Imam Abu Dawud dan Imam Ahmad dari Mu’adz Bin Jabal رضي الله عنه)
2.e)
رَبِّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ أَوْ تَجْمَعُ عِبَادَكَ
“Robbi qinii
‘adzaabaka yauma tab’atsu au tajma’u ‘ibaadaka.”
Artinya:
“Ya
Allah, lindungilah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau bangkitkan atau Engkau
kumpulkan hamba-hamba-Mu.”
(Hadits Riwayat Imam
Muslim dari Al Baroo’ Bin Al ‘Aazib رضي الله عنه)
3. DZIKIR
DAN DO’A SETELAH SHOLAT FARDHU SHUBUH & MAGHRIB:
Adapun ba’da sholat
shubuh dan maghrib, maka Muhammad Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم mencontohkan
pada kita dengan dzikir dan do’a yang khusus, antara lain sebagai berikut :
3.a)
اللَّهُمَّ أَجِرْنِى مِنَ النَّارِ
“Alloohumma ajirnii
minan naari.” (7 X)
Artinya:
“Ya
Allah, hindarkanlah aku dari api neraka” (7 X)
(Hadits Shohiih
Riwayat Imam Abu Daawud dari Muslim bin Al Haarits At Tamiimy رضي الله عنه)
3.b)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ
الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ
قَدِيرٌ
“Laa ilaaha illalloohu
wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wahuwa
‘alaa kulli syai in qodiir.” (10 X)
Artinya:
“Tidak
ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali Allah, satu-satunya dan
tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya lah segala kerajaan, segala pujian dan
Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” (1o X)
(Hadits Shohiih Riwayat
Imam At Turmudzi dari Abu ‘Umaaroh bin Syabiib Ath Thobroony dan Abu Umaamah
رضي الله عنهما)
***
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ
وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ
إِلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة
الله وبركاته
